Minggu, 16 Mei 2010

Sekilas tentang film Alangkah Lucunya (Negri Ini)


Berawal dari seorang sarjana Manajemen bernama Muluk yang dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja karena perusahaan tempat bekerja bangkrut. Kemudian ia menjadi penganguran dan berusaha mencari pekerjaan, tapi berhubung lowongan pekerjaan di Jakarta sedikit ia berusaha memikirkan cara untuk mendapatkan pekerjaan mulai dari ingin berternak cacing tanah sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang pencopet pasar yang bernama komet yang sedang beraksi mencopet. Setelah itu, Muluk pun berkenalan yang kemudian diajak Komet kemarkasnya. Ia melihat adanya peluang,kemudian ia menawarkan kerjasama kepada bos pencopet tersebut dan anak-anak pencopet. Ia kemudian berkenalan dengan pencopet-pencopet tersebut. Dimarkas itu pencopet terbagi tiga golongan, yaitu : pencopet pasar yang diketuai oleh Komet yang beroperasi dipasar, lalu pencopet mall yang diketuai oleh Gleen beroperasi dimall, serta pencopet angkot yang diketuai oleh si Ribut yang selalu menyelipkan kata ‘adalah’ setiap kali berbicara yang beroperasi diangkot dengan mennyamar sebagai siswa smp.
Lalu Muluk memberikan arahan dan memberi keyakinan kepada para pencopet bahwa sebagai seorang lulusan Manajemen ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari pendapatan anak-anak pencopet itu untuk mendidik mereka, dengan tujuan untuk mengubah para anak jalanan yang pekerjaannya adalah pencopet menjadi seorang anak yang berpendidikan dan tidak mencopet lagi.
Dengan sedikit berbohong kepada ayahnya, Muluk mengatakan sudah mendapatkan pekerjaan disebuah perusahaan dan bekerja dibagian pengembangan sumber daya manusia. Kemudian Muluk memulai pekerjaannya dengan memberikan pengertian kepada anak jalanan tersebut bahwa pendidikan sangat penting. Awalnya para pencopet tidak setuju dengan ide Muluk yang ingin memberikan pendidikan kepada mereka tapi ketika Muluk mengatakan kepada anak-anak tersebut bahwa, “ pencopet yang berpendidikan disebut koruptor dan pencopet yang tidak berpendidikan disebut pencopet. Dengan berpendidikan kalian tidak perlu susah-susah mendapatkan uang.” Mendengar perkataan Muluk akhirnya para anak pencopet tersebut mempercayai perkataan Muluk dan setuju untuk dididik oleh Muluk.
Lalu ia meminta bantuan kepada Sarjana Pendidikan yang bernama Samsul yang seorang pengangguran juga untuk mengajarkan pencopet tersebut membaca-menulis serta berhitung. Dan juga meminta bantuan Pipit- yang kerjaannya hanya mengadu keberuntungan dikuis-kuis televisi- untuk membantu mengajar mengaji dan memberikan arahan tentang budi pekerti serta kewarganegaraan kepada anak-anak tersebut. Mulanya Samsul dan Pipit menolak untuk membantu rencana Muluk tapi pada akhirnya mereka berdua setuju untuk membantu rencana Muluk setelah meyakinkan kepada dua sobatnya bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan yang mulia serta banyak manfaatnya dan kedua sahabatnya itu mendapatkan gaji dari uang yang diterima Muluk dari hasil mencopet anak-anak tersebut.
Lalu Ayahnya Muluk dan serta Ayahnya Pipit minta diajak ketempat bekerja anaknya bekerja dengan Pipit. Pipitpun tak bisa melakukan apa-apa, dan pasrah mengajak ayahnya serta Ayahnya Muluk untuk ketempat (markasnya pencopet) ia bekerja mengajar. Disamping itu, Muluk dan Samsul sedang mengadakan acara kejutan untuk anak-anak yaitu sukuran untuk merayakan enam orang pencopet menjadi enam orang pedagang asongan. Sampai akhirnya, Pipit datang dengan mengajak Ayahnya Muluk, Ayahnya sendiri, serta calon mertua Muluk kemarkas para pencopet. Ayahnya Pipit serta calon mertua Muluk sangat terharu atas usaha Pipit dan Muluk yang mencoba menanamkan budi pekerti dan ajaran agama kepada para pencopet yang masih kecil.

berhasilkah Muluk beserta kawan-kawannya mengubah profesi anak-anak tersebut ?? makanya nonton aja filmnyaa... :-)

komentar saya mengenai film ini, sangat bagus, film ini bercerita tentang bagaimana sulitnya mencari pekerjaan. bukan hanya itu, kita diajak untuk melihat kehidupan seorang anak jalanan yang tak punya pendidikan. Tidak hanya itu, film ini juga gokill abis dan yang paling membuat saya tertawa ketika melihat adegan dimana saat Matadewa membacakan puisi karyanya yang berjudul ‘Gue’. Tapi yang paling menyedihkan diakhir ceritanya. Saat Komet dan kawan-kawan berjualan asongan tapi dikejar-kejar SATPOL PP dengan alasan mengganggu ketertiban lalu lintas dan menjalankan perintah dari atasan. Saya setuju dengan perkataan Muluk yang membela mereka karena mereka berusaha mencari rezki yang halal tanpa harus merebut milik orang lain seperti mencopet, merampok atau korupsi. Yang saya pikirkan, apakah mereka lebih baik mencari rezki yang haram seperti mencopet tanpa harus mengganggu ketertiban lalu lintas atau mencari rezki yang halal tapi mengganggu ketertiban lalu lintas ??

mohon komentarnyaa yaaa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar